Kamis, 30 Maret 2017


Walau Kata tak sempat terucap
Walau mata tak sempat lagi bertatap
Rasa ini masih ada

Tak tahu harus membuangnya kemana
Melepaskannnya karena apa dan
Menggantinya kepada siapa

Hanya mampu ku tunggu
Takdir Tuhan yang mana yang akan datang
Dan menghampiri lagi kepada diri ini

Karena Kamu…
Adalah harapan
Dari lamanya penantian

HVN ( Hanavia )

IBU



Hamparan bumi nan luas
Mungkin juga tak dapat menggambarkannya
Sesosok yang selalu sabar dalam hidupnya
Menyongsong matahari hingga senja

Berjuang keras tanpa diketahui
Menangis dan bahagia untuk yang lain
Mengorbankan segalanya meski tak diminta
Walau dirinya penuh derita

Cinta darinya
Tak ada yang sanggup menandingi
Selalu ada doanya yang teriringi

Ibu…
Sekuat tenaga apapun yang kami punya
Tetap tak bisa membayar apa yang telah kau usahakan
Karena cinta mu lebih besar dan
Luasnya samudera pun tak mampu menggantikannya

HVN (Hanavia )

Kamis, 10 November 2016





Malam ini,
Tiba saatnya berakhir penantian
Kegundahan hati yang bergejolak
Terjawab sudah oleh kepastian

Terdiam di tengah kegelapan
Menangis di sepertiga malam
Usai segala harapan dan angan
Karena sebuah pengkhianatan

Tak adalagi cinta yang benar benar cinta
Tak adalagi setia yang benar benar setia
Semua hanya kebohongan belaka
Hati pun teriris oleh luka yang dia ciptakan

Rasanya ingin jatuh ke jurang saja
Untuk hapuskan kekecewaan
Yang telah kau buat bagaikan lubang yang menganga
Hingga akhirnya masuk ke dalam dasar jiwa yang merana

HVN ( Hanavia )




Minggu, 09 Oktober 2016


BINTANG


Kau laksana bintang Sirius
Cahaya mu begitu memikat hatiku
Amat tinggi dan jauh berbeda
Sehingga sulit untuk ku jangkau

Tak bisa bersama
Tak bisa bersua
Tapi ku selalu berharap
Kau akan mendekat padaku
Bagai bintang Procyon dan bumi

Setidaknya jarak yang membentang
Tak lagi seluas lautan dan sedalam samudera
Hingga akhirnya aku dapat menghampiri mu
Walau butuh jutaan tahun lamanya

Bintang, aku selalu mengagumi mu
Dan akan selalu seperti itu
Dari kejauhan yang telah Tuhan ciptakan
Untuk ku dan untuk mu


HVN ( Hanavia )

Rabu, 31 Agustus 2016




Matahari
Tidak pernah ingkar janji
Selalu berusaha menyinari
Walau mendung menutupi
Segala sinarnya di pagi hari

Matahari
Selalu saja setia menyambut pagi
Cahayanya menyirami dedaunan
Menembus awan dan lapisan bumi
Tersenyum untuk menghapus kegelapan

Matahari
Takkan lelah menyongsong esok hari
Takkan gentar pada ancaman badai
Dan takkan takut dilupakan
Karena sosoknya tak tergantikan

Matahari
Tak pernah berniat bersaing
Melawan hujan melawan angin
Melawan bulan melawan petir
Dan bahkan melawan takdir

Matahari
Kaulah bintang kehidupan
Selalu tahu bahwa Tuhan itu adil
Dimana semua akan berganti pada waktunya
Hingga tiada lagi keraguan yang tersimpan

HVN ( Hanavia )

Selasa, 09 Agustus 2016

Setelah YAMAMURA di ambil oleh nenek nya, ibunya memutuskan untuk menitipkan YAMAMURA pada neneknya. Hal itu mengapa terjadi, karena ibu YAMAMURA memutuskan untuk menjadi single parent dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari YAMAMURA.
            YAMAMURA benar-benar tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, ayah kandungnya sudah tidak peduli dan bahkan tidak memberikan nafkah sama sekali. Kemudian ibunya harus bekerja jauh sekali di Kyoto. Hidupnya di waktu kecil hanya di dampingi oleh nenek dan sepupunya yang bernasib sama, ia bernama YASUTAKA. Sejak kecil, YAMAMURA dan YASUTAKA sangat dekat, seperti adik dan kakak. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. YASUTAKA selalu berusaha melindungi YAMAMURA, karena umurnya yang lebih tua yakni 4 tahun. YAMAMURA sangat menyayangi YASUTAKA, karena kehidupan YASUTAKA lebih menyakitkan dibanding dirinya.
            Masa-masa kecil YAMAMURA, tidak begitu membahagiakan seperti anak-anak pada umumnya. Ia dikenal sebagai anak pendiam yang tidak banyak bicara dan kurang percaya diri. Ia lebih banyak mengurung diri di dalam rumah, sehingga membuat YASUTAKA geram dan mencoba untuk terus mengajaknya main diluar bersama anak – anak desa lainnya. Walaupun YASUTAKA memiliki kehidupan yang amat perih, namun ia selalu riang dan tidak pernah mengeluh. Itulah yang membuat YAMAMURA kagum kepadanya.
***
            Pada suatu malam, ketika nenek menggendong YAMAMURA untuk membuatkan susu untuknya. Nenek melihat ada seekor ular datang menghampiri, berniat untuk menyakiti nenek dan YAMAMURA. Kedatangan ular itu sangatlah wajar, ketika itu kehidupan nenek, YAMAMURA dan YASUTAKA sangatlah miskin sehingga rumahnya sangat sederhana dan banyak lubang dimana-mana, yang memungkinkan berbagai macam hewan bisa datang kapan saja. Apalagi rumah tersebut, dekat sekali dengan hutan.
            Dengan sigap, nenek akhirnya mengambil sebatang kayu yang ada di sudut dinding dapur. Memukul-mukul ular dan berusaha mengusirnya. Tidak lama, ular tersebut pun pergi dengan meninggalkan banyak bercak darah dilantai. Hingga membuat YAMAMURA menangis dan menjerit ketakutan. Dan sejak saat itu lah, YAMAMURA sangat trauma terhadap ular.
            Kisah ini masih berlanjut dan kehidupan YAMAMURA semakin banyak kepedihan dan kesengsaraan. NEXT à Bagian 3.

Sunyi pengap disini
Ditemani dengan rasa sepi
Terpenjarakan oleh hati yang beku
Yang entah kapan akan mencair

Sesak tertahan di dada
Mengingat kesendirian yang telah terlewati
Bayangan itu terus melayang di benak
Merajai kenangan yang kelam

Lelah bersembunyi dalam tawa
Ketika harus berurai air mata
Menahan semua rasa sakit
Menyembuhkan luka sendiri

Membisu di tengah keramaian
Termenung dalam mimpi
Hingga tenggelam ke dasar samudera
Bersama dengan semilir angin

HVN ( Hanavia )

 
Copyright © TULISAN KU. Design by WPThemes Expert

Blogger Themes By Buy My Themes.